Senin, 23 September 2013

throwback game




And finally, after I had never played this game or we could say fashion mix and match again for a very long time, I could finish one style for student of university. I called this fashion items with sweet rocky. I tried to mixed some of the items from some designer like adidas, marcs jacobs, etc.

I found the face of model is totally sweet and elegant, I tought to made it different by costumized her with simple shirt, ombre jeans, and also boot shoes. I was hope it could inspire everybody who still confused 'bout their daily styles .

There are little decription about the items of that model :

Hat : Adidas
Shirt : Hope
Necklace : Bjorg jewellery
Watch : Dilligaf
Shoulder Bag : Marc Jacobs
Jeans : Just Female
Shoes : Dr. Martens Boots

If you like to try this game, you could open this link http://looklet.biz/demo/ . Thank youuu




Minggu, 22 September 2013

Tuhan Sembilan Senti - Taufik Ismail

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok, hansip-bintara- perwira nongkrong merokok,

di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu- na’im sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah…ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya apakah ada buku tuntunan cara merokok,

Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok, sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,

Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita,

Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran, di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut dan hidungnya mirip asbak rokok,

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul saling
menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya mengepulkan asap rokok
di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS,

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu, bisa ketularan kena,

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,

Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil, pertandingan bulutangkis, turnamen sepakbola
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,

Di kamar kecil 12 meter kubik, sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh, dengan cueknya, pakai dasi, orang-orang goblok merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu- na’im sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita,

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh, duduk sejumlah ulama terhormat
merujuk kitab kuning
dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.

Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya,
putih warnanya,
kemana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda yang terbanyak kelompok ashabul yamiin dan yang
sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz. Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan, di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum. Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr. Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi). Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok. Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz. Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang, karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol, sudah ada babi, tapi belum ada rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan, jangan,

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir. Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap, dan ada yang mulai
terbatuk-batuk,

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,

lebih gawat ketimbang bencana banjir, gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba,

Pada saat sajak ini dibacakan, berhala-berhala kecil itu sangat
berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana dalam nikmat lewat upacara menyalakan
api dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,

Rabbana, beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.

Amin Yaa Rabbalalamin

http://bugikamara.wordpress.com/2011/12/27/teringat-puisi-taufik-ismail-tuhan-sembilan-senti-world-free-cigarette/

Mempertajam status 'mahasiswa' saya


Mempertajam status 'mahasiswa' saya.
Saya sadar bahwa mahasiswa itu tidak hanya bertindak di dalam kampus,
tidak hanya bertindak untuk diri sendiri,
tetapi bertindak untuk masyarakat,
di lingkungan masyarakat.
Maha siswa , maha-nya para siswa


Selasa, 10 September 2013

Puas adalah musuh

" Manusia tidak pernah merasa puas "
Awalnya, statement di atas menurut saya adalah sesuatu yang saya anggap negatif. Karena menurut logika saya, berarti manusia itu tidak pernah mensyukuri apa yang diberikan oleh Allah SWT, karena itu manusia terus menerus mencari di dunia sampai menemukan kepuasannya.

Namun, setelah saya mengalami beberapa hal yang terjadi di sekeliling saya, dengan beberapa kecil kesuksesan itu, dan tanpa sadar saya merasa puas akan semua itu sampai-sampai hidup di zona aman, dan pada akhirnya saya jatuh. Maksud saya, saya sering kali menanggap kesuksesan yang saya raih adalah sebuah kepuasan bagi saya, sehingga saya hidup di zona nyaman, dan sombong dalam hati, sehingga lengah, dan kalah pada akhirnya. Hal ini sering terjadi...

Dan kini pada akhirnya saya memutuskan untuk menjadikan rasa puas itu sebagai musuh saya. Dengan anggapan saya tidak akan lagi hidup di zona nyaman dan mau terus menerus bereksplorasi dan mengembangkan kesuksesan-kesuksesan kecil itu menjadi kesuksesan yang besar. Namun, ada saja anggapan " Apa dengan merasa tidak puas itu sama saja artinya dengan kufur nikmat ? Tidak bersyukur akan nikmat yang diberikan Allah ? "

Saya sempat ragu menjawabnya, daripada saya salah kaprah, lanjutlah saya browsing dan mencari perbedaan antara puas dan syukur, apakah sama atau malah berbeda .

Ternyata puas dan syukur itu berbeda :
Puas
Merasa sudah mendapatkan kesuksesan dan merasa dirinya sudah selesai dalam berkarya, bekerja, maupun beramal


Syukur
Menerima semua yang telah dijalankan Tuhan dengan apa ada nya tanpa mengurangi usaha kita dalam mencari kesuksesan di dunia maupun di akhirat

Nah, dari situlah saya sadar bahwa istilah " Manusia tidak pernah merasa puas " itu ternyata mengandung makna positif yang berarti kita tidak boleh merasa puas atau selesai akan kesuksesan yang kita raih saat ini, karena bisa saja kesuksesan yang kita anggap merupakan kepuasan itu, bukanlah kesuksesan yang sesungguhnya, karena kita sendiri tidak akan pernah tahu jalan rezeki kita.

Dan sebaliknya, kita harus meningkatkan rasa syukur atas nikmat dan rezeki yang Allah berikan pada kita, besar kecilnya, baik buruknya, semuanya sudah dituliskan dalam skenario hidup kita, dan percaya lah bahwa sesuatu yang kita kerjakan baik maka akan kembali kepada kita yang baik pula.

Bukan bermaksud untuk ceramah ataupun sok alim, jujur ini sendiri adalah pengalaman hidup saya. Saya mempostingnya adalah agar saya selalu ingat bahwa puas itu adalah musuh saya.


Jumat, 02 Agustus 2013

Libur tlah tiba libur tlah tiba HORE!! HORE!! HORE!!!

Hallooo!!! Akhirnya gue kebagian jatah liburan *telat banget yaa*.

Setelah sekian lama gue menunggu momen-momen ini, akhirnya gue memasuki fasenyaa . Iyalah gimana ga bosen coba nunggunya, kampus lain udah pada libuuur, gue masih ujian -____- . Oke lupakan tentang ujian itu. Nikmati waktu 1 bulan 15 hari mu faaa !!! Byeee Happy Holiday !!!




Selasa, 30 Juli 2013

Agustus 2012 vs Agustus 2013

Setahun udah lewat, tahun 2012 yang lalu di bulan ini adalah bulan yang menguji banget. Sekarang udah 2013, udah setahun gue menjalani buah dari kegagalan dari gagalnya gue masuk PTN. Pas liat adik-adik kelas gue sukses dengan PTN nya, gue seneng plus iri kok mereka bisa yaa. Seandaiya gue angkatan mereka gue bisa ga yaa masuk PTN itu tanpa harus nunggu setahun.

Tapi selanjutnya ada perbincangan gue sama sepupu gue di twitter yang lagi-lagi menyadarkan gue, bahwa ga masuk PTN pun bukan hal yang salah. Ini dia mentionannya...

Upa : upa juga masih sering diketawain dede gara-gara masuk gundar

Teteh : Lho! Kenapa diketawain ?

Upa : Gara-gara SMP favorit, SMA favorit, masaa kuliahnya bukan PTN

Teteh : Yaa.. kan ga selamanya hidup itu beruntung mulu. Ntar yang lain ga kebagian.

Oiya bener !! hidup itu ga selamanya mulus fa. Harus bisa bagi-bagi suasana belajar sama orang lain yang sebelumnya belum seberuntung lo.

Tapi, ga ada lagi kata keberuntungan itu hilang. Gue yakin di dunia nyata ini keberuntungan itu datang disaat kita mengawalinya dengan usaha. Pokoknya kepelesetan ini harus jadi awal untuk keberuntungan selanjutnya.

Success is my choice !

The phenomenon of child abuse




Good evening everyone. Thanks for visiting my blog. Let me introduce myself first, my name is Ulfa Melvina, I come from Indonesia, and I am a student in Gunadarma University majoring Information System.
The focus of my talk tonight is about the phenomenon of child abuse. As we all know, child abuse is a crime that so hated in the word. Because, children is a seeds of the progress of the word. If there a violance in children in large number, of course the world doesn't bring good seeds for their growth. And it can give a bad impact for the future.
My posting will be in four part. In first part, I'll talk about the definition of child abuse. The second part, I'll talk about the type and causes of child abuse. The third part is about the impact of child abuse. And the last part is about the solution to decrease the rates of child abuse.

Let's we begin to my first part..
Child abuse is physical, sexual, or emotional maltreatment or neglect that happened with children. It can be occur in child's house, in the school, in the organization, or in the community that the children interacts with.

Next, the second part. Le me use pie diagram to explain this. There is a diagram about the type of child abuse
Look at the biggest with 78,3% is neglect. Child Neglect is a failure of a parents or a person who have responsibility with children in providing food, medical care, shelter, education, and safety.
Next with 10,8% is Physical abuse. Scratches , burns, laceration, broken bones, and the rough treatment that could make physical injury can be physical abuse.
Next with 7,6% is Sexual Abuse. Sexual abuse refers to a participation of a children in sexual act aim toward the gratification or financial profit of a person who commiting the act.
And than the smallest with 7.6% is Psychological abuse. Psychoogical/Emotional abuse is defined to a produsction of psychologycal or social deficits in the growth of a children as a result is a behavior such as coars attitude, harsh criticism, and the denigration personality.

One children could have more than one type of physical abuse. Or in our world there is a terms : child laboor, child trafficking, child marriage, etc.

What are the causes of child abuse ? The big causes of chil abuse is unemployment and financial difficult of their parents or their place. Moreover, cultural diversity and wars could be a causes of child abuse.

That leads me to the next point..
The impact of child abuse can be psychologycal disorders and physical disorders. In physical disrders can be like burns, bones fracture, broken skins, and could make a risk to developing cancer. In psychologycal disorders are such as depressive, anxial, harsh criticism, and bad attitude. And the fact prove, that the matreatment children is growth to be waltreatment adults.

Next, is my last point.
What should we do after we all know about the condition of our children now ? Should we just keep silent ? Or take an act ?! We must realized, this concerned could be held around of us. We should take an act, we also have responsibility to create a safety environtment for children growth, that starts from their family. Moreover, the goverment should take an act decisively againts to a people who do child abuse, like make alaw of child abuse and give a big punishment for the suspect.

In brief, I hope this posting could open our eyes, open our mind about the condition of our children in the world now. We shouldn't keep silent and let it go like we don't know the fact, we must take an act, to decrease the rates of child abuse and together make a safety environtment for children.