Selasa, 15 April 2014

Tugas 2 : Kepemimpinan


A. Arti Penting Kepemimpinan

            Kepemimpinan dan manajemen adalah dua istilah yang acap kali membingungkan. Apakah perbedaan diantara keduanya ?
            John Kotter dari Harvard Business School menyatakan bahwa manajemen terkait dengan usaha untuk menangani kompleksitas. Manajemen yang baik menghasilkan keteraturan dan konsistensi dengan cara mempersiapkan rencana formal, merancang struktur organisasi yang kuat, dan memonitor hasil berdasarkan rencana. Sebaliknya, kepemimpinan berkaitan dengan perubahan. Pemimpin menentukan arah dengan cara mengembangkan suatu visi masa depan; kemudian, mereka menyatukan orang-orang dengan mengkomunikasikan visi ini dan menginspirasi mereka untuk mengatasi berbagai rintangan.
            Kita dapat mendefinisikan kepemimpinan (leadership) sebagai kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok guna mencapai sebuah visi atau serangkaian tujuan yang ditetapkan. Sumber pengaruh ini bisa jadi bersifat formal, seperti yang diberikan oleh pemangku jabatan menejerial dalam sebuah organisasi. [1]
            Terdapat definisi lain pula mengenai kepemimpinan, yaitu merupakan suatu cara bagaimana seorang pemimpin mempengaruhi, mengarahkan, memotivasi, dan mengendalikan bawahannya dengan cara-cara tertentu, sehingga bawahan dapat menyelesaikan tugas pekerjaannya secara efektif dan efisien.
            Dalam dunia bisnis, penerapan gaya kepemimpinan (leadership style) seseorang akan dapat mempengaruhi sikap dan prilaku bawahannya dalam melakukan pekerjaan mereka. Kepemimpinan dalam suatu organisasi terjadi karena adanya interaksi antara tiga komponen penting, yaitu manajer, karyawan, dan situasi atau kondisi lingkungan kerja tertentu.[2]

B. Tipologi Kepemimpinan

            Dalam prakteknya terdapat tipe-tipe kepemimpinan di antaranya adalah sebagian berikut :

1. Tipe Otokratis.
Ciri dari tipe otokratis : Menganggap organisasi sebagai pemilik pribadi, Mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi, Menganggap bawahan sebagai alat semata-mata, Tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat, Terlalu tergantung kepada kekuasaan formalnya, Dalam tindakan pengge-rakkannya sering mempergunakan pendekatan yang mengandung unsur paksaan dan bersifat menghukum.

2. Tipe Militeristis
Seorang pemimpin yang bertipe militeristis ialah seorang pemimpin yang memiliki sifat-sifat berikut : Dalam menggerakan bawahan sistem perintah yang lebih sering dipergunakan, Dalam menggerakkan bawahan senang bergantung kepada pangkat dan jabatannya, Senang pada formalitas yang berlebih-lebihan, Menuntut disiplin yang tinggi dan kaku dari bawahan, Sukar menerima kritikan dari bawahannya, Menggemari upacara-upacara untuk berbagai keadaan.

3. Tipe Paternalistis.
Ciri seorang dengan tipe paternalistis : menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa, bersikap terlalu melindungi (overly protective), jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan, jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil inisiatif, jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan daya kreasi dan fantasinya, dan sering bersikap maha tahu.

4. Tipe Karismatik.
Hingga sekarang ini para ahli belum berhasil menemukan sebab-sebab mengapa seseorang pemimpin memiliki karisma. Umumnya diketahui bahwa pemimpin yang demikian mempunyai daya tarik yang amat besar dan karenanya pada umumnya mempunyai pengikut yang jumlahnya sangat besar, meskipun para pengikut itu sering pula tidak dapat menjelaskan mengapa mereka menjadi pengikut pemimpin itu. Karena kurangnya pengetahuan tentang sebab musabab seseorang menjadi pemimpin yang karismatik, maka sering hanya dikatakan bahwa pemimpin yang demikian diberkahi dengan kekuatan gaib (supra natural powers).

5. Tipe Demokratis.
Pengetahuan tentang kepemimpinan telah membuktikan bahwa tipe pemimpin yang demokratislah yang paling tepat untuk organisasi modern. Hal ini terjadi karena tipe kepemimpinan ini memiliki karakteristik sebagai berikut : dalam proses penggerakan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia itu adalah makhluk yang termulia di dunia, selalu berusaha mensinkronisasikan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadi dari pada bawahannya, senang menerima saran, pendapat, dan bahkan kritik dari bawahannya, selalu berusaha mengutamakan kerjasama dan teamwork dalam usaha mencapai tujuan, ikhlas memberikan kebebasan yang seluas-luasnya kepada bawahannya untuk berbuat kesalahan yang kemudian diperbaiki agar bawahan itu tidak lagi berbuat kesalahan yang sama, tetapi lebih berani untuk berbuat kesalahan yang lain, selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses daripadanya, dan berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin.

       Bila dilihat dari tipe-tipe kepemimpinan di atas, pasti kita mengidamkan pemimpin dengan tipe kepemimpinan yang demokratis. Dengan kepemimpinan demokratis selalu ingin maju dengan jalan yang baik, dalam artian bahwa setiap mengambil langkah maju dipertimbangkan segala aspek yang menyangkut langkah yang diambilnya. Oleh karena itu tipe kepemimpinan inilah yang selalu lebih banyak sukses dan maju dibandingkan tipe kepemimpinan lainnya.[3]

C. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepemimpinan

            Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kepemimpinan adalah sebagai berikut :
1.      Kepribadian, pengalaman masa lampau dan harapan pemimpin
2.      Harapan dan prilaku atasan
3.      Kebutuhan tugas
4.      Karakteristik, pengharapan dan perilaku bawahan
5.      Iklim dan kebijaksanaan organisasi
6.      Harapan dan perilaku rekan

Semua faktor ini mempengaruhi pemimpin dalam melakukan fungsi-fungsi kepemimpinan.[4]

D. Implikasi Manajerial Kepemimpinan dalam Organisasi

            Beberapa implikasi manajerial yang dapat diberikan sebagai masukan bagi kemajuan organisasi :
a.  Hal pertama yang harus dipahami bahwa setidaknya pemimpin memahami konsep kepemimpinan sesuai dengan kondisi organisasi dan orang-orang yang berada di bawahnya. Guna memperlancar kegiatan dalam organisasi.
b.  Berdasarkan tipe-tipe kepemimpinan yang ada, sebaiknya pemimpin menyadari bagaimana cara ia memimpin, apakah baik untuk organisasi atau tidak. Hal ini dapat mempengaruhi kemajuan organisasi ke depannya.
c. Yang tidak luput dari kepemimpinan yaitu faktor apa saja yang mempengaruhi kepemimpinan tersebut. Bila faktor tersebut sudah ada sejak kecil atau merupakan bakat, maka kepemimpinan itu terus diasah dan dikembangkan. Atau bila faktor tersebut baru dibentuk pada saat menghadapi kondisi yang mengharuskan memiliki jiwa kepemimpinan, maka bentuklah kepemimpinan tersebut sesuai dengan kondisi yang terjadi.[3]

Referensi :
1.      Stephen P. Robins & Timothy A. Judge. 2008. Perilaku Organisasi Edisi 12 Buku 2. Penerbit Salemba Empat : Jakarta.
2.      Djoko Purwanto. 2006. Komunikasi Bisnis Edisi 3. Penerbit Erlangga : Jakarta
4.      Yayat M. Herujito. 2001. Dasar-Dasar Manajemen. Penerbit Grasindo : Jakarta