Tampilkan postingan dengan label dance. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dance. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Desember 2012

Sistar 19 - Maboy MV


Let’s go
S.I.S.T.A.R, Sistar!
Baby stop breakin’ my heart Oh No!
You heard me? No more next time!
I hope you got that boy

Hey girls~ It’s goin’ be alright
Hey boys~ Better make it right
Hey girls~ We got ya back, got ya back, got got got ya back

Malhaji anhado also itta haetjanha
Nae mam eotteonji neon algo itgetji
Geuraeseo midgo chamgo kidaryeotji

Honja duji anhgettago haetjanha
Yaksok haesseotji songarak georeotji
Geureonde wae tto geojitmareul hae

Saranghadaneun mal geuri eoryeomni
Hanmadi marimyeon dweneun geol
Neo jakku byeonhaega
Nado ijen jogeum jichyeoga Oh Oh

Shigani galsurok deo moreugesseo
Joha jilsurok naneun deo apeunde
(Why you trippin’ boy)
Nal jom barabwa

OH Ma Boy ~ OH Ma Boy ~ Baby
Niga museum sarangeul ara
Nae mamman apa

OH Ma Boy ~ OH Ma Boy ~Baby
Niga eotteohke nae mameul ara
Don’t let me down Boy

Neo ttaemune naega michyeo
Why try’n play games with me?
Neoro inhae haruedo naneun myeot beonsshik
Up & Down Don’t let me down
Nan ureo maeil bam (No, No)
Stop breakin’ ma heart

Neoneun nae gibundo moreugo nun dollyeo
What I got what you lookin’for
Han nun paljima ige nae majimak gyeonggo (Oh No)
This goin’ be the last time

Saranghadaneun mal geuri eoryeomni
Hanmadi marimyeon dweneun geol
Neo jakku byeonhaega
Nado ijen jogeum jichyeoga Oh ~

Shigani galsurok deo moreugesseo
Joha jilsurok naneun deo apeunde
(Why you trippin’ boy)
Nal jom barabwa

OH Ma Boy ~ OH Ma Boy ~Baby
Niga museum sarangeul ara
Nae mamman apa
OH Ma Boy ~ OH Ma Boy ~Baby
Niga eotteohke nae mameul ara
Don’t let me down Boy

Oh Boy deo joha jil surok
Oh Boy apeun nae mameul ani neo
Nae mame jageun soksagim
Ttaron nareul boneun ttatteuthan nungil

Geugeo hanamyeon dwe
Ojik neoman weonhae
Ajikdo neoman nae mam moreujanha

Oh Ma Boy ~ Oh Ma Boy ~ Baby ~!
Niga museum sarangeul ara
Nae mamman apa

Oh Ma Boy ~ Oh Ma Boy ~ Baby ~!
Niga eotteohke nae mameul ara
Don’t let me down Boy
Ma Boy

Kamis, 08 November 2012

ACEH : History of Saman Dance




Di antara beraneka ragam tarian dari pelosok Indonesia, tari saman termasuk dalam kategori seni tari yang sangat menarik. Keunikan tari saman ini terletak pada kekompakan gerakannya yang sangat menakjubkan. Para penari saman dapat bergerak serentak mengikuti irama musik yang harmonis. Gerakan-gerakan teratur itu seolah digerakkan satu tubuh, terus menari dengan kompak, mengikuti dendang lagu yang dinamis. Tak salah jika tari saman banyak memikat hati para penikmat seni tari. Bukan hanya dari Indonesia, tapi juga dari mancanegara.

Sejarah
Tarian ini di namakan Saman karena diciptakan oleh seorang Ulama Aceh bernama Syekh Saman pada sekitar abad XIV Masehi, dari dataran tinggi Gayo. Awalnya, tarian ini hanyalah berupa permainan rakyat yang dinamakan Pok Ane. Namun, kemudian ditambahkan iringan syair-syair yang berisi puji-pujian kepada Allah SWT, serta diiringi pula oleh kombinasi tepukan-tepukan para penari. Saat itu, tari saman menjadi salah satu media dakwah.

Pada mulanya, tari saman hanya ditampilkan untuk even-even tertentu, khususnya pada saat merayakan Hari Ulang Tahun Nabi Besar Muhammad SAW atau disebut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Biasanya, tari saman ditampilkan di bawah kolong Meunasah (sejenis surau panggung). Namun seiring perkembangan zaman, tari Saman pun ikut berkembang hingga penggunaannya menjadi semakin sering dilakukan. Kini, tari saman dapat digolongkan sebagai tari hiburan/pertunjukan, karena penampilan tari tidak terikat dengan waktu, peristiwa atau upacara tertentu. Tari Saman dapat ditampilkan pada setiap kesempatan yang bersifat keramaian dan kegembiraan, seperti pesta ulang tahun, pesta pernikahan, atau perayaan-perayaan lainnya. Untuk tempatnya, tari Saman biasa dilakukan di rumah, lapangan, dan ada juga yang menggunakan panggung.

Paduan Suara
Tari Saman biasanya ditampilkan tidak menggunakan iringan alat musik, akan tetapi menggunakan suara dari para penari dan tepuk tangan mereka yang biasanya dikombinasikan dengan memukul dada dan pangkal paha mereka sebagai sinkronisasi dan menghempaskan badan ke berbagai arah. Tarian ini dipandu oleh seorang pemimpin yang lazimnya disebut Syech. Karena keseragaman formasi dan ketepatan waktu adalah suatu keharusan dalam menampilkan tarian ini, maka para penari dituntut untuk memiliki konsentrasi yang tinggi dan latihan yang serius agar dapat tampil dengan sempurna. Tarian ini khususnya ditarikan oleh para pria.

Pada zaman dahulu,tarian ini pertunjukkan dalam acara adat tertentu,diantaranya dalam upacara memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Selain itu, khususnya dalam konteks masa kini, tarian ini dipertunjukkan pula pada acara-acara yang bersifat resmi,seperti kunjungan tamu-tamu Antar Kabupaten dan Negara,atau dalam pembukaan sebuah festival dan acara lainnya.

Nyanyian
Nyanyian para penari menambah kedinamisan dari tarian saman. Cara menyanyikan lagu-lagu dalam tari saman dibagi dalam 5 macam :

1. Rengum, yaitu sebagai pembukaan atau mukaddimah dari tari Saman (yaitu setelah dilakukan sebelumnya     keketar pidato pembukaan). Rengum ini adalah tiruan bunyi. Begitu berakhir langsung disambung secara       bersamaan dengan kalimat yang terdapat didalamnya, antara lain berupa pujian kepada seseorang yang        diumpamakan, bisa kepada benda, atau kepada tumbuh-tumbuhan.
2. Dering, yaitu rengum yang segera diikuti oleh semua penari.
3. Redet, yaitu lagu singkat dengan suara pendek yang dinyanyikan oleh seorang penari pada bagian tengah       tari.
4. Syek, yaitu lagu yang dinyanyikan oleh seorang penari dengan suara panjang tinggi melengking, biasanya       sebagai tanda perubahan gerak.
5. Saur, yaitu lagu yang diulang bersama oleh seluruh penari setelah dinyanyikan oleh penari solo.

Gerakan
Tarian saman menggunakan dua unsur gerak yang menjadi unsur dasar dalam tarian saman: Tepuk tangan dan tepuk dada. Diduga, ketika menyebarkan agama Islam, syeikh saman mempelajari tarian melayu kuno, kemudian menghadirkan kembali lewat gerak yang disertai dengan syair-syair dakwah Islam demi memudahkan dakwahnya. Dalam konteks kekinian, tarian ritual yang bersifat religius ini masih digunakan sebagai media untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah melalui pertunjukan-pertunjukan.

Tarian Saman termasuk salah satu tarian yang cukup unik, karena hanya menampilkan gerak tepuk tangan dan gerakan-gerakan lainnya, seperti gerak guncang, kirep, lingang, surang-saring (semua gerak ini adalah bahasa Gayo). Selain itu, ada 2 baris orang yang menyanyi sambil bertepuk tangan dan semua penari Tari Saman harus menari dengan harmonis. Dalam Tari Saman biasanya, temponya makin lama akan makin cepat supaya Tari Saman menarik.

Penari
Pada umumnya,Tarian saman dimainkan oleh belasan atau puluhan laki-laki, tetapi jumlahnya harus ganjil.Pendapat Lain mengatakan Tarian ini ditarikan kurang lebih dari 10 orang,dengan rincian 8 penari dan 2 orang sebagai pemberi aba-aba sambil bernyanyi.Namun, dalam perkembangan di era modern yang menghendaki bahwa suatu tarian itu akan semakin semarak apabila ditarikan oleh penari dengan jumlah yang lebih banyak. Untuk mengatur berbagai gerakannya ditunjuklah seorang pemimpin yang disebut syeikh. Selain mengatur gerakan para penari,Syeikh juga bertugas menyanyikan syair-syair lagu saman. yaitu ganit.


Kostum atau Busana
Kostum atau busana khusus saman terbagi dari tiga bagian yaitu:
· Pada kepala: bulung teleng atau tengkuluk dasar kain hitam empat persegi. Dua segi disulam dengan benang    seperti baju, sunting kepies.
· Pada badan: baju pokok/ baju kerawang (baju dasar warna hitam, disulam benang putih, hijau dan merah,      bahagian pinggang disulam dengan kedawek dan kekait, baju bertangan pendek) celana dan kain sarung.
· Pada tangan: topeng gelang, sapu tangan. Begitu pula halnya dalam penggunaan warna, menurut tradisi           mengandung nilai-nilai tertentu, karena melalui warna menunjukkan identitas para pemakainya. Warna-          warna tersebut mencerminkan kekompakan, kebijaksanaan, keperkasaan, keberanian dan keharmonisan.


Tari Saman ini sangat menarik, selain kaya akan makna, tari ini pun dapat melatih kekompakan para penari untuk bisa menampilkan tarian yang indah. Saat ini Tari Saman sudah tidak asing lagi di telinga kita, dapat kita perhatikan peminat untuk ekstrakulikuler tari Saman meningkat drastis. Bahkan sampai ada negara tetangga yang mengklaim bahwa tari Saman ini adalah milik mereka.

Karena itulah Tari Saman ditetapkan UNESCO sebagai Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia dalam Sidang ke-6 Komite Antar-Pemerintah untuk Pelindungan Warisan Budaya Tak benda UNESCO di Bali, 24 November 2011 . Jadi, kita sebagai warga negara Indonesia tidak perlu takut lagi apabila ada negara yang mengklaim tarian ini dan turut melestarikannya agar tidak punah

Sumber :
http://acehdalamsejarah.blogspot.com/2009/09/tari-saman-tari-tradisional-aceh.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Tari_Saman

Senin, 15 Oktober 2012

Rain - Rainsm

Beatnya seru banget buat dance!! mau joget joget!!



EXO-K - MAMA MV ( without narration )

Jadi inget PA #33 Scholastic !! Ahgilaaa ternyata aslinya lagu EXO yang MAMA ini keren banget! Apalagi aransemen lagunya itu, misterius-misterius gimana gitu.