Kamis, 15 Mei 2014

tugas 3 : Pengambilan keputusan dalam organisasi

PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM ORGANISASI


1.      Definisi pengambilan keputusan
Setiap saat manusia dihadapkan pada keadaan untuk mengambil keputusan. Setelah kamu bangun pagi saja kamu dihadapkan pada suatu keputusan. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa keputusan adalah pilihan yang diambil dari berbagai macam pilihan untuk dilaksanakan. Dalam mengambil keputusan tentu berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang matang. Keputusan yang diambil dijadikan sebagai dasar dalam menentukan langkah-langkah selanjutnya. Proses pengambilan keputusan pada dasarnya terletak pada pengetahuan yang sangat akurat dan berbeda.beda. Hal tersebut bergantung pada permasalahannya. Dengan kata lain, untuk mengambil keputusan perlu manajemen yang baik. Pengambilan keputusannya hubungannya yang utama adalah komunikasi.
Menurut Lipman, pengambilan keputusan adalah sebuah proses untuk memecahkan masalah melalui sebuah system yang dirancang melalui pilihan dari beberapa alternative jawaban yang sudah disusun berdasarkan system keluaran. Dalam arti umum, definisi pengambilan keputusan adalah suatu proses yang dilakukan manusia untuk mempertahankan kelangsungan organisasi berkaitan dengan memecahkan permasalahan yang timbul di dalamnya melalui pencarian jawaban yang paling tepat mengenai masalah tersebut

2.      Dasar-dasar pengambilan keputusan
a.      Intuisi, Pengambilan keputusan berdasarkan intuisi adalah pengambilan keputusan  yang berdasarkan perasaan yang sifatnya subyektif.  Dalam pengambilan keputusan berdasarkan intusi ini, meski waktu yang digunakan untuk mengambil keputusan relatif pendek, tetapi keputusan yang dihasilkan seringkali relatif  kurang baik karena seringkali mengabaikan dasar-dasar pertimbangan lainnya.
b.      Pengalaman, Pengambilan keputusan berdasarkan pengalaman memiliki manfaat bagi pengetahuan praktis, karena dengan pengalaman yang dimiliki seseorang, maka dapat memperkirakan keadaan sesuatu, dapat memperhitungkan untung-ruginya dan baik-buruknya keputusan yang akan dihasilkan.
c.       Wewenang, Pengambilan keputusan berdasarkan wewenang biasanya dilakukan oleh pimpinan terhadap bawahannya, atau oleh orang yang lebih tinggi kedudukannya kepada orang yang lebih rendah kedudukannya. Hasil keputusannya dapat bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama dan memiliki otentisitas (otentik),  tetapi  dapat menimbulkan sifat rutinitas, mengasosiasikan dengan praktek diktatorial dan sering melewati permasalahan yang seharusnya dipecahkan sehingga dapat menimbulkan kekaburan.
d.      Fakta, Pengambilan keputusan berdasarkan data dan fakta empiris dapat memberikan keputusan yang sehat, solid dan baik. Dengan fakta, tingkat kepercayaan terhadap pengambil keputusan dapat lebih tinggi, sehingga orang dapat menerima keputusan yang dibuat itu dengan rela dan lapang dada.
e.       Rasional, Pada pengambilan keputusan yang berdasarkan rasio, keputusan yang dihasilkan bersifat objektif, logis, lebih transparan dan konsisten untuk memaksimumkan hasil atau nilai dalam batas kendala tertentu, sehingga dapat dikatakan mendekati kebenaran atau sesuai dengan apa yang diinginkan. Pengambilan keputusan secara rasional ini berlaku sepenuhnya dalam keadaan yang ideal.

3.      Jenis-jenis keputusan organisasi
Jenis keputusan dalam sebuah organisasi dapat digolongkan berdasarkan banyaknya waktu yang diperlukan untuk mengambil keputusan tersebut, bagian mana organisasi harus dapat melibatkan dalam mengambil keputusan dan pada bagian organisasi mana keputusan tersebut difokuskan.
Secara garis besar jenis keputusan terbagi menjadi dua bagian yaitu :
·         Keputusan Rutin
Keputusan Rutin adalah Keputusan yang sifatnya rutin dan berulang-ulang serta biasanya telah dikembangkan untuk mengendalikannya.
·         Keputusan tidak Rutin
Keputusan tidak Rutin adalah Keputusan yang diambil pada saat-saat khusus dan tidak bersifat rutin.

4.      Faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan?
·         POSISI/KEDUDUKAN
Dalam kerangka pengambilan keputusan, posisi/kedudukan seseorang dapat dilihat dalam hal berikut.
      Letak posisi; dalam hal ini apakah is sebagai pembuat keputusan (decision maker), penentu keputusan (decision taker) ataukah staf (staffer).
      Tingkatan posisi; dalam hal ini apakah sebagai strategi, policy, peraturan, organisasional, operasional, teknis.
·         MASALAH
Masalah atau problem adalah apa yang menjadi peng-halang untuk tercapainya tujuan, yang merupakan penyimpangan daripada apa yang diharapkan, direncanakan atau dikehendaki dan harus diselesaikan.
·         SITUASI
Situasi adalah keseluruhan faktor-faktor dalam keadaan, yang berkaitan satu sama lain, dan yang secara bersama-sama memancarkan pengaruh terhadap kita beserta apa yang hendak kita perbuat.
      Faktor-faktor itu dapat dibedakan atas dua, yaitu sebagai berikut.
§  Faktor-faktor yang konstan (C), yaitu faktor-faktor yang sifatnya tidak berubah-ubah atau tetap keadaanya.
§  Faktor-faktor yang tidak konstan, atau variabel (V), yaitu faktor-faktor yang sifatnya selalu berubah-ubah, tidak tetap keadaannya.
·         KONDISI
Kondisi adalah keseluruhan dari faktor-faktor yang secara bersama-sama menentukan daya gerak, daya ber-buat atau kemampuan kita. Sebagian besar faktor-faktor tersebut merupakan sumber daya-sumber daya.
·         TUJUAN
Tujuan yang hendak dicapai, baik tujuan perorangan, tujuan unit (kesatuan), tujuan organisasi, maupun tujuan usaha, pada umumnya telah tertentu/ telah ditentukan. Tujuan yang ditentukan dalam pengambilan keputusan merupakan tujuan antara atau objective.

5.      Implikasi(Bahas satu metode pengambilan keputusan dan buatlah contoh kasus).
Elementary Methods (Metode dasar)
Metode pendekatan ini sangat simple, dan membutuhkan perhitungan untuk mendukung analisis. Metode ini sesuai untuk keadaan di mana masalah hanya diselesaikan oleh satu orang saja, alternatif yang terbatas dan ada karakter yang unik di lingkungan pembuatan keputusan.

Contoh Kasus :
Dalam sebuah kehidupan manusia banyak sekali hal-hal yang diperlukan dengan pengambilan keputusan yang tepat dalam  Elementary Methods(metode dasar), contoh saat setiap orang pergi ke mall dan mereka mampir ke toko baju disana banyak sekali pilihan baju dan disaat itulah setiap orang akan mengambil keputusan baju yang mana yang ingin dibeli dengan metode ini cukup dengan diri sendiri yang yang mengambil keputusan.

Referensi :
1.      Lipman, J.M dan Ranklin, R.E,.(1985). The Principal Concepts, Competencies, and Cases. New York : Longman
2.      Rumanti, Sr.Maria Assumpta OSF.(2002). Dasar-dasar Public Relations. PT Grasindo
3.      Suwanto, Chris Subagya. (2009). Ayo Belajar – Pendidikan Kewarganegaraan. Kanisius